Rabu, 03 April 2019




PROSEDUR PEMBELAJARAN

  KEGIATAN PRA DAN AWAL PEMBELAJARAN

1.      Tahap Permulaan
Sugiyar dkk(2009) memaparkan bahwasanya dalam proses pembelajaran adalah tahapan yang ditempuh oleh guru pada saat ia memulai proses pembelajaran. Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh guru adalah sebagai berikut:
a.    Guru menanyakan kehadiran siswa, dan mencatat siapa yang tidak hadir. Kiranya tidak perlu di cek kehadirannya satu persatu, cukup ditanya yang tidak hadir saja dengan alasannya. Kehadiran siswa dalam pembelajaran, dapat dijadikan salah satu tolak ukur kemampuan guru mengajar. Tidak selalu ketidak hadiran siswa karena ada kondisi siswa yang bersangkutan(sakit, malas, bolos dan lain-lain). Tetapi bisa juga terjadi karena pembelajaran dari guru tidak menyenangkan, sikapnya tidak sesuai oleh siswa maupun siswi, atau tindakan guru pada saat pembelajaran sebelumnya dianggap merugikan mereka(penilaian tidak adil, memberikan hukuman yang menyebabkan frustasi, rendah diri dan lain-lain).
b.      Bertanya kepada siswa, sampai mana pembelajaran sebelumnya. Hal ini bukan karena soal guru sudah lupa, akan tetapi menguji dan mengecek kembali ingatan mereka terhadap bahan yang telah dipelajarinya. Dengan demikian, guru mengetahui kebiasaan belajar mereka di rumah, kesiapan mereka menghadapi pembelajaran pada hari itu.
c.       Mengajukan pertanyaan kepada siswa di kelas atau siswa tertentu tentang bahan pembelajaran yang sudah diberikan sebelumnya. Hal ini bisa mengetahui sampai sejauh mana pemahaman materi yang telah diberikan. Apakah tahan lama diingat atau tidak. Data dan informasi ini bukan hanya berguna bagi siswa, tapi juga bagi guru jika ternyata mereka dapat menjawabnya, sangat bijaksana bila guru memberikan pujian dan penghargaan.
d.      Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai bahan pelajaran yang belum dikuasainya dari pembelajaran yang telah dilaksanakan sebelumnya.
e.       Mengulang kembali bahan pelajaran yang lalu, secara singkat akan tetapi mencakup smua aspek yang telah dibahas sebelumnya. Hal ini dilakukan sebagai dasar bagi pelajaran yang akan di bahas hari berikutnya dan sebagai usaha dalam menciptakan kondisi belajar bagi siswa.

Tujuan tahapan ini, pada hakikatnya adalah mengungkapkan kembali tanggapan siswa terhadap bahan yang telah diterimanya dan menimbulkan kondisi belajar dalam hubungannya dengan pembelajaran hari itu. Tahap pra intruksional dalam strategi belajar mirip dengan pemanasan dalam olahraga. Kegiatan ini akan memengaruhi keberhasilan siswa.

2.         Tahap Pembelajaran

Tahap kedua adalah tahap pembelajaran atau tahap inti. Yakni tahapan memberikan bahan pelajaran yang telah disusun guru sebelumnya. Secara umum dapat diidentifikasikan beberapa kegiatan sebagai berikut:
a.    Menjelaskan kepada siswa tujuan pembelajaran yang harus dicapai mereka. Informasi tujuan penting diberikan kepada siswa, sebab tujuan tersebut harus dicapai setelah pembelajaran selesai. Berdasarkan pengamatan masih banyak guru yang tidak melaksanakan ini, sebaiknya tujuan tersebut ditulis secara ringkas di depan papan tulis sehingga dapat dibaca dan dipahami oleh semua siswa.
b.    Menuliskan materi pokok pembelajaran yang akan dibahas hari itu yang diambil dari buku sumber yang telah disiapkan sebelumnya. Dan materi tersebut sesuai dengan silabus dan tujuan pembelajaran, sebab materi bersumber dari tujuan.
c.    Membahas pokok materi yang telah dituliskan tadi. Dalam pembahasan materi ini dapat ditempuh dengan dua cara. Pertama.pembahasan dimulai dari gambaran umum materi pembelajaran menuju kepada topik yang lebih khusus. Kedua, dimulai dari topik khusus menuju topik umum. Cara mana yang baik untuk dilakukan tergantung pada guru masing-masing
d.   Pada setiap kelompok materi yang dibahas sebaiknya diberikan contoh-contoh yang konkret. Demikian pula siswa harus diberikan pertanyaan atau tugas, pembelajaran untuk mengetahui tingkat pemahaman dari setiap pokok materi yang telah di bahas.
e.    Penggunaan alat bantu pembelajaran untuk memperjelas pembahasan setiap pokok materi sangat diperlukan. Alat bantu seperti alat peraga grafis, model atau alat peraga yang diproyeksikan(kalau ada).

3.      Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut
Tahap yang ketiga atau yang terakhir menurut Syaiful Sagala(2007) dari strategi hingga menggunakan model pembelajaran adalah tahap evaluasi atau penilaian dan tindak lanjut dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan tahap ini, ialah untuk mengetahui tingkat keberhasilan tingkat kedua(intruksional), kegiatan yang dilakukan pada tahapan ini antara lain sebagai berikut:
a.    Mengsjukan pertanyaan kepada kelas, atau kepada beberapa siswa, mengenai semua pokok materi yang telah dibahas pada tahapan kedua. Pertanyaan yang diajukan bersumber dari bahan pembelajaran. Pertanyaan dapat diajukan kepada siswa berupa lisan maupun tertulis.
b.    Apabila pertanyaan yang diajukan belum dapat dijawab oleh siswa atau yang menjawab kurang dari 70%, guru harus harus mengulang kembali materi yang belum di kuasai oleh siswa.
c.    Untuk memperkaya pengetahuan siswa terhadap kompetensi yang dibahas, guru dapat memberi tugas/pekerjaan rumah yang ada hubungannya dengan pokok atau topik materi  yang telah dibahas.
d.   Akhiri pembelajaran dengan penjelasan atau memberi tahu pokok materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya. Informasi ini perlu agar siswa dapat mempelajari bahan tersebut dari sumber-sumber yang dimilikinya.
Dengan melihat apa yang disampaikan oleh Sugiyar dkk(2009) bahwasanya dalam prose pembelajaran(intruksional) perlu diperhatikan tiga tahapan dalam pembelajaran sehingga mudah dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Tiga tahapan pokok tersebut menggunakan berbagai metode pembelajaran. Metode pembelajaran dalam implementasinya memiliki prosedur atau fase-fase tertentu. Secara garis besar dalam suatu interksi belajar, metode pembelajaran dikelompokan menjadi empat fase utama, yaitu fase pendahuluan, fase pembahasan, fase menghasilkan dan fase penurunan.
1.      Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk bepartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Apabila kita hubungkan dengan  uraian diatas, maka kegiatan awal ini termasuk pada tahap pra intuksional atau pada fase pendahuluan yang dimaksudkan untuk menyusun dan mempersiapkan mental set yang menguntungkan, menyenangkan guna pembahasan materi pembelajaran.

Berkaitan dengan hal diatas, pada langkah awal kegiatan diperlikan beberapa hal sebagai berikut.
Orientasi, memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan di ajarkan, dengan cara menunjukan benda yang menarik, memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar, menampilkan slide animasi dan sebagainya.
a.       Apresepsi, memberikan persepsi awal kepada siswa tentang materi yang akan diajarkan.
b.      Motivasi, guru memberikan gambaran manfaat mempelajari materi pelajran,misalnya: gempa bumi, bidang-bidang pekerjaan berkaitan dengan gempa bumi, dan sebagainya.
c.       Pemberian acuan, biasanya berkaitan dengan ilmu yang akan dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar .
d.      Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar(sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran)
1.      Kegiatan Inti
Apabila bagian awal merupakan bagian untuk memotivasi siswa mempelajari konsep, bagian inti merupakan serangkaian kegiatan yang mengarahkan siswa untuk membangun konsep. Dalam penerapan metode termasuk pada fase pembahasan. Pada umunya guru juga akan menyampaikan penguatan konsep dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih menerapkan konsep yang telah dipelajari dengan menghubungkan kasus-kasus kehidupan nyata.
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD(Kompetensi Dasar). Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik dan mengarahkan pendekatan saintifik.

2.      Kegiatan Penutup
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajara yang dapat dilakukan dalam bentuk merangkum atau menyimpulkan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut. Pada tahapan strategi pembelajaran masuk pada tahap evaluasi dan tindak lanjut. Tujuan tahapan ini, ialah untuk mengetahui tingkat keberhasilan tingkat kedua(intruksional). Sedangkan pada penggunaan metode termasuk pada fase menghasilkan dan penurunan.
Fase menghasilkan untuk penarikan kesimpulan dan fase penurunan dimaksudkan untuk memberi isyarat bahwa proses pembelajaran akan berakhir. Untuk itu dapat dilakukan beberapa hal sebagai berikut:
1)      Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan
2)      Guru memeriksa hasil belajar peserta didik. Dapat dengan memberikan tes tertulis, tes lisan atau meminta peserta didik untuk mengulang kembali simpulan yang telah disusun atau dalam bentuk tanya jawab dengan mengambil ­­lebih kurang 20% peserta didik sebagai sampelnya.
3)      Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remedi/pengayaan.






                                    DAFTAR RUJUKAN
            Sumantri. 2016:461. Strategi Pembelajaran Teori dan Praktik di Tingkat Pendidikan Dasar. Jakarta: Rajawali pers







  






  

3 komentar:

  1. Bagaimana caranya menciptakan suasana kelas yang kondusif?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menerapkan metode/model pembelajaran yang bervariasi.
      Kelas yang kondusif sangat dipengaruhi oleh "MOOD" siswa untuk mengikuti pelajaran, metode pembelajaran yang monoton dan itu-itu saja membuat siswa merasa jenuh dan bosan maka dari itu alangkah baiknya dalam mengajar cobalah beberapa model/metode pembelajaran yang meyenangkan agar siswa menjadi lebih aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran sehingga perasaan bosan mengikuti pembelajaran bisa diminimalisir.

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus